Kamis, 15 Maret 2012

Dalam panel diskusi akan dibahas tiga penyakit ternak yang sekarang, selain menarik banyak perhatian di seluruh dunia, juga menimbulkan keresahan di masyarakat Indonesia, yaitu penyakit anthraks, mulut dan kuku, serta Mad-Cow. Penyakit mulut dan kuku tidak menular ke manusia dan penanganan penyakit anthraks untuk ilmu kedokteran bukan merupakan masalah. Pada ilmu kedokteran akan berfokus pada penyakit Mad-Cow3 (BSE) yang merupakan ancaman terhadap kesehatan manusia. 
 
 Penyakit "Mad Cow" atau "Sapi Gila" adalah penyakit yang menduduki peringkat atau nominasi pertama dari penyakit terkenal di dunia yang termasuk dalam kategori penyakit yang paling mematikan dan paling mengerikan. Penyakit ini baru-baru saja muncul dan dikenal oleh sebagian negara di dunia. Penyakit tersebut berasal dari negara Inggris dan disana sudah sangat banyak penduduk yang terkena dan terinfeksi.

 Mad Cow atau Sapi Gila,pasti Anda beranggapan bahwa ini merupakan penyakit yang sapinya berada dalam kondisi gila. Tetapi,bukan itu yang dimaksudkan. Interpretasi dari orang awam atau yang dikenal secara umum,masih sangat banyak yang salah tentang penyakit ini. Yang dimaksudkan sebenarnya adalah sapi yang terkena penyakit seperti ini,mereka dalam kondisi yang sama dan stabil dengan sapi-sapi normal dan sehat pada umumnya. Jadi, apa yang membedakan mereka?????

 Menurut studi dari berbagai hasil searching antar para pakar dan ahli laboratorium terkemuka, mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi tentang antara "sapi normal dan sehat" dengan "sapi yang sudah terkena penyakit sapi gila" adalah harus dilakukan "uji molekul". Uji molekul adalah testing untuk meneliti komponen sel yang terdapat pada suatu jaringan dengan menggunakan alat-alat canggih dan salah satunya yang terpenting adalah untuk menguji kadar antara unsur protein dan unsur lain. Namun, cara ini membutuhkan dana atau biaya yang sangat mahal bahkan kebijakannya dibiayai oleh negara dan tidak dapat dilakukan oleh perseorangan.

 Hasilnya, jika tidak seimbang pada unsur tersebut dan terlebih bila unsur proteinnya tidak mendominasi, maka akan terjadi "mutasi protein" yang berakibat fatal pada struktur pada sapi.
Bila sapi yang mengidap "Sapi Gila" tersebut dikonsumsi, maka langsung menyerang otak yang kemudian akan terjadi gangguan pada otak dan yang akan berujung pada kematian. Dan kalau sudah sekian parahnya penyakit ini, satu-satunya cara adalah pemusnahan sapi-sapi secara massal yang sudah dilabelkan telah mengidap, dan cara ini sudah dilakukan di Inggris.




 Baru ini saja yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf bila masih banyak kurangnya.. ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar